Di usianya yang ke-14, SMAN 1 Kenduruan menapaki perjalanan waktu dengan langkah penuh syukur dan harapan. Momentum Tasyakuran Hari Jadi kali ini dipahat dalam bingkai kebersamaan melalui rangkaian acara Buka Bersama dan Istighatsah, sebuah perjumpaan ruh dan rasa yang menyatukan seluruh keluarga besar sekolah—pegawai, siswa, serta pengurus komite—dalam harmoni doa dan cinta.


Sore hari yang diguyur hujan deras tak sedikitpun menjadi penghalang seakan menjadi saksi ketika kegiatan diawali dengan istighatsah, dipimpin khidmat oleh Bapak Mustajab, S.Pd. Lantunan doa mengalun syahdu, mengetuk pintu langit, memohon keberkahan, keselamatan, serta kejayaan bagi almamater tercinta. Dalam hening yang sarat makna, setiap hati larut dalam munajat, meneguhkan ikhtiar dan menyerahkan segala asa kepada Sang Maha Kuasa.
Suasana kemudian beranjak hangat dengan sambutan Kepala Sekolah, Ibu Nur Ida Hasanatin, M.Pd., yang menuturkan refleksi perjalanan empat belas tahun penuh dedikasi. Dalam setiap kata, terpatri semangat untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan menorehkan prestasi demi masa depan generasi penerus bangsa. Beliau menegaskan bahwa usia ke-14 bukan sekadar angka, melainkan simbol kematangan dan pijakan menuju lompatan yang lebih gemilang.
Di tengah rangkaian acara, cahaya kepedulian turut menyala melalui pemberian santunan oleh Kepala Sekolah bersama Ketua Komite, Bapak Urip. Sentuhan kasih itu menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan intelektual, tetapi juga tentang empati dan kemanusiaan.


Kebanggaan pun terpancar saat penghargaan berupa piala dan sertifikat diserahkan kepada para pemenang PBB Championship yang diselenggarakan sekolah. Di bawah bimbingan pembina pramuka, Ibu Ika Dwi Safitri, S.Pd., dan M. Arif Trio Ramadhani, S.Pd., para siswa telah menorehkan disiplin, kekompakan, dan jiwa kepemimpinan dalam setiap langkah tegap mereka. Tepuk tangan bergemuruh, mengiringi prestasi yang menjadi kebanggaan bersama.


Akhirnya, senja menjelma syahdu ketika adzan maghrib berkumandang. Seluruh keluarga besar SMAN 1 Kenduruanmenyatu dalam buka bersama—menikmati hidangan sederhana dengan hati yang penuh makna. Di meja-meja kebersamaan itu, bukan sekadar makanan yang disantap, melainkan juga persaudaraan yang dipererat, cita-cita yang diperkuat, dan harapan yang kembali dinyalakan.
Empat belas tahun telah terukir. Dan pada malam penuh syukur itu, SMAN 1 Kenduruan kembali meneguhkan diri: menjadi taman ilmu yang tak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan iman, karakter, dan kemanusiaan.

